Pada awal agustus kemarin pemerintah menggandeng bio farma untuk melakukan uji klinis untuk vaksin sinovac dari china. Hingga saat ini uji klinis tersebut sudah memasuki fase 3 dimana vaksin tersebut sudah disuntikkan kepada relawan yang telah mendaftar sebelumnya, sekitar 200 relawan sudah mendapatkan suntikan kedua sedangkan 250 lainnya baru menjalani suntikan pertama. Dengan sudah memasuki fase 3 ini diharapkan agar cepat rampung dan dapat diproduksi pada awal tahun 2021. Karena vaksin sinovac ini diharapkan dapat menjadi obat untuk memutus laju virus covid 19 yang semakin menghawatirkan beberapa akhir ini. Bahkan pemerintah melalui kementrian Kesehatan sudah menganggarkan Rp 55 triliun untuk penyedian vaksin covid19, pendanaan tersebut terbagi menjadi Rp 5 triliun di taun 2020 dan Rp 40-50 triliun di tahun 2021. Kita berharap agar fase 3 ini dapat lolos karena vaksin dapat diproduksi massal jika telah melalui fase 1 hingga fase 3. Perjalanan fase tersebut harus berurutan karena tidak bisa melompati dari fase ke 1 ke fase ke 3 walaupun dalam keadaan emergency sekalipun. Oleh karena itu fase tersebut harus bertahap.  Melihat lamanya uji coba klinis dan belum efektif nya vaksin (sinovac) tersebut serta dengan biaya yang sebesar itu, kita berharap agar vaksin tersebut dapat segera lolos uji klinis dan diproduksi massal agar dapat menghambat laju penyebaran covid 19.

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5166944/kronologi-relawan-vaksin-terinfeksi-virus-corona-sepulang-dari-semarang?tag_from=wp_nhl_4&_ga=2.107404737.259432852.1599695459-1634180957.1572068499

Categories: ibeacon news

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *